Kembang Timur Kembara

On Selasa, 05 Oktober 2010 0 komentar


Kembang Timur Kembara

: NeogieArur





Padamu surya

Telah pinjamkan jagad

Di atas nama

Pelecut abjad-abjad


Naungi kelanaku

Bungaku mekar

Biak menebar kecup

Di ujung pagi


Bagi rindu yang damai

Di antara kerontang

Siang menjemput


Mengundang gundah malam

Siami mimpi


By ; Lina Senja Kelana

Tiga puisi pendek di hari minggu

On Minggu, 03 Oktober 2010 0 komentar


Kepada penyair Neogie Arur

By ; Husni Hamisi








Memo


Adakah yang kau temukan pada koran

hari ini selain abjad dingin berpilin hujan yang pandai

menyulap otak kita menjadi puntung-puntung rokok, sesudah saripati

tembakau kita di lahap habis, duhai kawan.


jika ada, beritahukanlah

aku ingin membelinya sejuta exlempar buat di olah menjadi lolypop di lidah

anak-anak hujan yang makin disesaki kosakata tabrak, tembak, dan tewas di pelor panas.


Biola Mata Hitam


KUKISAHKAN kembali

puisi yang kusampirkan di matamu hari itu

seorang anak sedang meggesek biola di sebuah makam

sembari mengiringi lagu " mother how are you to day".


Tak semua bulir hujan perlu kau salahkan

serupa kelindan hatiku saat menatap

irama bacin "smoke on the water"

tumpah di bola hitam matamu.


Di Liang Telinga

RIBUAN kata singgah disini, liang telingaku

tempat kau menitip kecupan, halte bis tua

untuk berteduh para penjaja koran bekas

orang sepertimu.



senjakala bila hati kita mulai memuai

sulur-sulur rindu, kau akan menemukan

aku disini, kata-kata yang memilih bermukim

di liang telingamu.



' Oktober 2010

Episode Maut I

On 0 komentar


*Kolaborasi Neogie Arur dan Arther Panther Olii









malam bertabur bunga

helai demi helai kamboja luruh,

sedangkan gagak mengintai rusuh

jasad mana terlelap mata


dosa tak lagi sembunyi muka

berjatuhan luruh dalam gulita,

sedangkan darah hanyalah hitam

jiwa mana menakar dendam


o, sayap-sayap resah

sampai kapan kau mengepak

sedang ajal di ujung tanah

merah tembaga meminta di takik


o, juntai-juntai kalut

bilakah tiba masa kau merajam

iringi napas sirna terenggut

bening takdir tak pinta salam


memejam mata di ujung subuh

mengecap peluh mengais teduh

meluruh batin kala mulut berseru ;


“inallilahi wa inailaihi roji’un”



Batusangkar-Gorontalo, 03102010.

sejak sajak tersangkut di nebula

On Sabtu, 02 Oktober 2010 0 komentar


sejak sajak tersangkut di nebula

: Olan Sanseviera




Apalah pangkal dari gagal hati, untuk mengeja bait demi bait yang di bisikkan oleh muasal alam sebelum cahaya bernama kheos, patah semakin berderak retak lidah ini seperti di cambuk oleh lintar zeus yang sempat hilang beberapa bayang silam, dan itulah ragu serupa arphodite yang mengigil di undakan altar kehilangan sayap untuk mengepak cinta, terbang ke sebalik cosmos, tempat panah-panah amor tersesat dalam rengkuhan nebula. Ah, inilah pangkal gagal untuk mengeja, bagaimana bisa membaca sedangkan busurnya tak bertemu anak panah, sajakku tersangkut di nebula !

Malam sakaratul

On 0 komentar


Malam sakaratul



malam telah tergelincir

menuju subuh menjelang takbir

aku menghitung uang

sementara di luar terdengar lolong anjing



berjingkat tengkuk naik tegak

bertanya-tanya siapakah tergeletak

mengerang payah, menarik nafas

dalam sakaratul berombak tiada putus


Izrail, sudah datangkah lagi Engkau

jika kau ada menatap aku

tolong beri siar kabar rahasia

di waktu mana lauh mahfudz menghapus nama


: Aku

binal

On Minggu, 26 September 2010 0 komentar





aku mengigil !


saat malam bercumbu

laiknya filem biru


: binal

Arti

On Kamis, 23 September 2010 2 komentar

arti aku

tergeletak sudah mati

oleh secawan yang diteguk entah berapa malam

terseduh embun, mendidih kabut menyisir pagi

meniadakan hati bercerita semua takdir




akulah ilalang sepi

terpijak surya kala pagi

akulah pena sunyi

membalut luka tiada henti

akulah perih yang tak berkawan

mengucur dahaga pada buaian